Kejari Palas Selamatkan Uang Negara Rp 5 Miliar 

Foto: Kejaksaan Negeri Sibuhuan Padang Lawas. 

PALAS, METRODAILY.id – Sepanjang tahun 2021, Kejaksaan negeri (Kejari) Padang Lawas (Palas) berhasil menyelamatkan kerugian negara hampir Rp 5 miliar. Kerugian negara itu diselamatkan melalui kerjasama yang baik seluruh jajaran Kejari Palas.

“Terkait penyelamatan keuangan negara bidang perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Palas menerima 10 Surat Kuasa khusus. Dan berhasil melakukan penyelamatan keuangan daerah Rp3.475.263.634,” kata Kejari Palas, Teuku Herizal SH MH, kepada MetroDaily.id, Rabu (29/12/2021).

Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perolehan dari lelang barang rampasan, denda, uang perkara dan uang pengganti mencapai Rp291.071.246. Selain itu, ada juga tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Parau Sorat Kecamatan Sosa tahun 2017 senilai Rp 502.293.000, dengan kerugian negara sebesar Rp250 juta.

“Sedang yang berhasil dipulihkan kerugian keuangan pada Tipikor Bumdes itu sebesar Rp100,8 juta, dengan rincian tahap penyidikan Rp45,044 juta dan pengembalian uang pengganti sebesar Rp55,756 juta,” ungkap Teuku Herizal.

Kemudian Kejari Padang Lawas juga sedang dalam proses sidang terkait perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi tahun 2019 di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas. Di mana perhitungan kerugian negara senilai Rp. 2.537.669.096,00 dan pada tahap Penyidikan perkara BOS afirmasi kerugian negara berhasil diselamatkan sebesar Rp, 173.930.009.

“Sehingga kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kejari Padang Lawas di tahun 2021 ini hampir mencapai Rp 5 miliar,” ujarnya.

Sementara jumlah perkara tindak pidana yang ditangani tahun 2021 sebanyak 227 perkara. Di antaranya perkara kejahatan pada orang dan harta benda sebanyak 119 perkara, kejahatan pada keamanan negara, ketertiban umum dan tindak pidana umum lainnya sebanyak 58 perkara. Serta kasus Narkotika sebanyak 50 perkara. Namun kasus yang lebih dominan adalah perkara kejahatan orang dan harta benda yaitu tindak pidana pencurian. Kejari Padang Lawas juga telah melakukan Restoratif Justice sebanyak 2 perkara.  (tan) 

iklan

Pos terkait